I feel close to the rebelliousness and vigour of the youth here.
Perhaps time will separate us, but nobody can deny that here, behind the windows of MANCHESTER,
there is an insane love of football, of celebration and of music. - Eric "KING" Cantona

Selasa, 21 Juni 2011

Sejarah Manchester United (Tragedi Munich)

Manchester United  berdiri pada tahun 1878 nama awalnya adalah Newton Heath L&YR F.C.
Seragam mereka pada waktu itu berwarna hijau. Di tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500.lalu tim tersebut dibeli oleh J.H. Davies.
Dan berganti namanya menjadi Manchester United.
Nama Manchester United sendiri berasal dari ide seorang imigran italia Louis Rocca. 


Nama MU mulai eksis pada tanggal 26 april 1902. MU promosi k divisi 1 setelah finis urutan ke 2 pada tahun 1905-1906.
akhirnya mereka memenangkan liga pertamanya pada tahun 1908.
United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu, MU kembali ke divisi 1 setelah kehilangan Mangnall.
mereka naik kembali ke divisi utama pada tahun 1925.


MU pun punya cerita sedih mereka harus kehilangan Stadion kebanggannya Old trafford karena di Bom oleh Jerman pada perang dunia 2. Tepatnya 11 Maret 1941.
Markas MU pun akhirnya pindah, menumpang markas Manchester City, di Maine Road.
Parahnya, perang juga diikuti inflasi, hingga MU kesulitan membangun kembali stadion kebesarannya.
Butuh waktu nyaris 9 tahun untuk kembali menghidupkan kembali Old Trafford. Praktis, dalam delapan musim Liga Utama Inggris absen ddi Old Trafford.
Berkat semangat keluarga Edwards (pemilik klub), stadion itu terbangun juga.


Pada tanggal 6 februari 1958 sebuah insiden yg sangat mengenaskan terjadi.
malapetaka yang terjadi setelah pertandingan melawan Red Star Belgrade diperempat final liga Champion.
Sehari setelah pertandigan squad MU pulang dengan menumpang terbang milik British Europan Airways ( BEA ),
untuk sampai ke Inggris pesawat perlu mengisi bahan bakar terlebih dahulu, maka dipilihlah bandara Riem di Munchen, Jerman...Pengisian bahan bakar berlangsung mulus.


Pesawat bernama Elizabethan itu sempat gagal take off sebanyak dua kali sebelum mengudara. Sepertinya semua akan berjalan lancar dan baik2 saja.
Namun tak lama setelah mengudara tiba2 pesawat terguncang hebat dan salah satu mesin mati! Parapenumpang langsung panik " kita akan mati " teriak Johnny Berry, seorang anggota tim.
Pilot mencoba utk mengendalikan pesawat, namun sia-sia. Pesawat meluncur deras menhujam bumi.
" Ya Tuhan kami tidak mampu mengatasinya " seru Kenneth Rayment ( co-pilot ).
Pesawat mencium bumi, menghantam jalan dan berhenti setelah menabrak sebuah rumah dan truk berisi ban.
Percikan api langsung menyulut bahan bakar yang baru saja terisi itu. Bola api raksasa terbentuk ...sangat mengerikan....


Sebelum pesawat meledak, Harry Gregg - Kiper United tampil sebagai pahlawan.
Setelah berhasil keluar dengan menendang jendela Gregg kembali masuk kedalam utk menyelamatkan teman2nya.
Sosol pertama yang ditemukan adalah Bert Whalley, salah satu staff pelatih Setan Merah, terbujur kaku dan telah menghembuskan nafasnya.
Tanpa mempedulikan bahaya yang setiap saat dapat merenggut jiwanya, Gregg terun mencoba menemukan korban2 lain,
tubuh Bobby Charlton dan Dennis Viollet tergeletak tidak jauh dari mayat Whalley, masih bernafas, dengan sekuat tenaga ditariknya tali pinggang keduanya.
Saat itulah terdengan teriakan dari arah depan.."Lari tolol!! pesawat ini akan segera meledak" ternyata itu adalah suara James Thain sang pilot yang ternyata selamat dari maut.
Meski berteriak demikian, pilot tsb masih coba menyelamatkan Rayment yang terjepit diruang kemudi.
" Aku mencoba utk menemukan temanku, Blanchy ( Jackie Blanchflower ) ternyata dia masih hidup, namun kondisinya sangat parah, lengan nya nyaris putus,
disebelahnya tergeletak kapten Tim Roger Byrne sudah tak bernyawa. " tutur Gregg.
Beberapa saat setelah kejadian itu aku berteriak minta tolong, saat itulah Charlton dan Viollet tiba2 berdiri disampingku.
Matt Busby aku temukan terbaring diluar pesawat dengan kaki terluka parah.


Hari itu tanggal 6 Februari 1958 dicatat dalam sejarah sepakbola MU & Inggris sebagai lembaran hitam yang menyebabkan terenggutnya 8 nyawa pemain dan staff setan merah.
Tim hebat dengan cita2 besar itupun hancur berantakan.


Belum kering air mata, jajaran petinggi MU harus menghadapai kenyataan bahwa klub harus tetap berlaga.
FA hanya memberikan waktu kurang dari dua bulan bagi MU utk membentuk tim baru. Karena Busby cedera parah maka ia digantikan Jimmy Murphy, asistennya.
Murpy lolos dari kecelakaan itu karena ia tidak ikut ke Belgrade, ia ditugaskan negaranya utk memimpin timnas Wales lawan Israel.
Hanya dua pemain yang berada dalam kondisi prima.
Murphy bergerak cepat sejumlah pemain direkrut, bahkan ia berencana utk memboyong Ferenc Puskas dari Madrid,
sayang batasan gaji di Liga Inggris saat itu (17 Pounds) per minggu, sangat jauh dibawah gaji Puskas yang 800 Pounds per minggu.


Partai perdana setelah tragedi adalah menjamu Sheffield Wednesday di putaran ke 5 piala FA tanggal 19 Feb 1958.
Karena belum berhasil mengumpulkan pemain, Murphy tak bisa mengisi formulir susunan pemain kepada panitia,
bahkan Stanley Crowther baru bergabung empat jam sebelum partai dimulai...
Krisis tersebut mengundang simpati, stadion Old Trafford yang dipadati 59.848 penonton, hampir semuanya menangis sambil menyebut2 nama2 pemain yang tewas di Muenchen. Suasana haru bgitu terasa........
Kondisi ini membuat semangat para pemain MU terbakar, apalagi Harry Gregg & Bill Foulkes, dua pemain yang selamat dari tragendi itu.
Meski Wednesday adalah tim yang tangguh pada saat itu, akhirnya MU berhasil menekuk mereka dengan skor telak 3-0. SETAN MERAH BARU TELAH LAHIR!!!!



MU meraih masa emas pada era
Era Sir Matt Busby Busby (1945-1969)
Era Alex Ferguson (1986–sekarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar